Kemana Saja Sih Ayah Selama Ini?

Apakah reaksi kita jika pada suatu ketika anak kita yang selama ini kita kira sangat manis sekali tiba-tiba kita temukan dalam keadaan sakit karena tergantung pada narkoba? Atau tiba-tiba polisi menelepon kita bahwa anak kita tersebut dalam tahanan polisi dikarenakan melanggar hukum mungkin berkelahi, mencuri atau bahkan merampok? Apakanh tersirat dalam benak kita langsung bahwa kita adalah seorang ayah yang gagal dan secara serta merta memecahkan masalahnya dan memperbaiki diri? Atau kita meradang dan lari dari kenyataan bahwa hal ini adalah tanggung jawab kita hingga mencari kambing hitam. Dan ujung-ujungnya kita sampai pada suatu pertanyaan “Kemana saja sih aku (ayah) selama ini?

Kalau kita tinjau kebelakang (kilas balik) atas kejadian yang ditimpakan kepada kita adalah ujung-ujung nya hampir dapat dipastikan disebabkan oleh kesalahan atau kegagalan kita sendiri dalam mendidik anak kita atau setidak-tidaknya kesalahan kita itu memberikan kontribusi terbesar dari penyimpangan akhlaq anak kita tersebut, untuk itu cepat-cepatlah kita introspeksi diri. Bukan kah Allah swt menyatakan: “Dan apa saja musibah yang menimpa kamu maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu). (QS. 42:30). Atau bahkan justru selama ini kita tidak mau tahu atas mendidikan atau pergaulan anak kita dan kita menyangka bahwa itu adalah tugas dari ibunya dan tugas kita adalah mencukupi nafkahnya saja. Kita sibuk dengan kerja dan kerja, bisnis dan bisnis, pergi pagi ketika anak belum bangun dan pulang tengah malam ketika dia sudah tidur dan bahkan ada yang menghabiskan waktunya dengan ngendon ditempat-tempat hiburan dalam rangka memenuhi quota diluar rumah sebagai dalih dalam menunjukkan bahwa kita sangat sibuk sekali dengan urusan pekerjaan atau kantor.
Islam mengajarkan bahwa seorang ayah itu adalah orang yang paling bertanggung jawab atas apa yang terjadi pada keluarganya baik istri apalagi untuk anaknya. Banyak contoh ayah-ayah teladan yang ditunjukkan Allah swt untuk dapat diteladani oleh ummat Islam dalam mendidik anaknya sesuai dengan ajaran Islam untuk menjadi anak yang bertaqwa. Dari pemantapan Aqidah, Ibadah sebagaimana yang dicontohkan oleh Luqman Al-Hakim dengan menasehati anaknya yang diabadikan Allah dalam Al-Qur’an. Dan bukankah Rasulullah saw menyatakan bahw kita tidaklah akan tersesat selagi kita masih berpegang teguh pada Al-Qur’an dan Hadits. Jadi jelaslah bahwa mendidik anak menjadi shaleh yang selalu berjalan dishirotnya Allah itu adalah tanggung jawab bersama kedua orang tua dan tidak ada alasan bagi kita untuk mencari kambing hitam. Yang ada hanyalah pertanyaan dibenak kita: “Kemana sih kita (ayah) selama ini?” dan berusaha untuk menjawab dan memperbaikinya dengan perbuatan yang nyata.

sumber :
al-amru-bittaqwa@egroups.com

0 komentar

Posting Komentar